Sunday, February 22, 2009

bab wudhuk (mengambil air sembahyang)

bab ini mencakupi rukun rukun wudhuk atau fardhu wuduk dan juga sunat sunat waudhuk.

fardhu wuduk atau rukun wudhuk yang apabila kita tinggalkan maka tidak sah wudhuk kita dan apabila wudhuk kita tidak sah dan kita sembahyang dengan wudhuk tersebut maka sembahyang kitapu tidak sah,maka berhati hatilah dalam berwudhuk.
fardhu wuduk atau rukun wudhuk ada enam perkara
1.niat merafak (menghilangkan) hadast atau menghilangkan semua hadast atau sebahgian hadast yang ada pada orang yang berwudhuk.maka apabila telah kencing seseorang kemudian dia wudhuk dengan niat menghilangkan hadast tidur padahal ia tidak tidur maka apabila sengaja ia berniat seperti itu maka tidak sah wudhuknya menurut pendapat ashah.jikalau dia tidak sengaja atau tersalah ia maka tidak apa apa.
atau niat istibahatisshalah atau niat supaya boleh sembahyang atau thawaf atau memegang alqur an amka boleh juga.atau berniat menunaikan fardhu wudhuk
maka barangsiapa yang lama atau terus menerus hadast nya seperti orang mustahadhah atau orang perempuan yang keluar darah haidnya terus menerus tiada putus padahal pada adat atau kebiasaan darah haid nya sudah habis masa akantetapi masih juga keluar dara maka orang itu mustahadha namanya.orang mustahadhah mencukupi ia berniat istibahah saja.dia tidak boleh berniat merafak hadast karena hadastnya tidak hilang.dan apabila berniat seseorang dengan niat niat di atas kemudian ditambahkan 'untuk berdingin dingin atau bersejuk sejuk' maka tidak apa apa dan boleh ia lakukan.dan apabila berniat wudhuk untuk melakukan perbuatan yang di sunatkan wudhuk seperti membaca alqur an atau seumpamanya maka tidak sah wudhuknya karena tidak hilang hadast nya. kecuali apabila dikumpulkan keduanya maka sah wudhuknya.menurut pendapat ashah.dan niat wajib bersamaan dengan awal membasuh muka dan apabila berniat ketika sedang mecuci muka artinya bukan pada awal permulaannya maka wajib ia mengulangi yang sebelum niat.berarti anda melakukan niat ketika tangan anda memulai membasuh muka .anda berniat dan tangan anda lagi membasuh muka .anda harus meratakan muka anda dengan air setelah niat.maksudnya apabila sudah setengah muka anda basuh kemudia anda niat dan membasuh setengah muka lagi maka wudhuk anda tidak sah karena setengah muka yang anda basuh sebelum berniat tidak di anggap basuhan wudhuk.maka berhati hatilah.dan boleh mentafrik niat pada anggota wudhuk maksudnya boleh niat berulang ulang pada setiap membasuh anggota wudhuk.
2.rukun yang kedua dari wudhuk adalh membasuh muka. yaitu wajeb membasuh antara tempat tumbuh rambut di kepala dan akhir tempat tumbuh jenggot atau tulang yang tumbuh di atasnya giigi bawah.dan antara dua buah telinga. begitu lah ukuran muka yang wajib di basuh menurut pendapat ashah.berarti anda wajeb membasuh segala sesuatu yang ada diantara batas batas tadi.termasuk didalamnya bulu yang tumbuh didahi anda dan bulu yang ada didepan telinga.anggaplah muka anda bersegi empat sehingga anda tau yang mana saja yang harus di basuh.segala bulu yang ada di dalam muka apabila tebal sekali ia maka wajib membasuh yang dhahirnya saja.karena susah menyampaikan air ke akar akarnya.
3.rukun wudhuk yang ketiga adalh membasuh dua tangan hingga ke siku siku.yakni kedua tangan dan kedua siku dan barang antara tangan dan siku.dan apabila terpotong sebahgian dari tangan maka hendaklah mencuci yang tinggai darinya.dan apabila tangan sudah terlepas dari tulang bahu maka wajiblah mencuci ujung tulang bahunya.menurut pendapat masyhur.
4.rukun wudhuk yang selanjutnya adalah membasuh sebahgian kepala atau ubun ubun kepala dengan air.atau membasuh sedikit dari rambut dan kulit depan kepala.
5.yang kelima adalah memcuci dua kaki beserta dua tumit.
6.rukun yang terakhir adalah tertib seperti diatas.

sunat sunat wudhuk;
1.bersiwak . bersiwak juga disunatkan apabila hendak shalat dan disunatkan juga bersiwak apabila berubah bau mulut dengan sebab tidur atau lainnya.
2.disunatkan membaca bismillah .dan apabila tidak membaca bismillah pada awanya berwudhuk maka hendaklah membaca pada pertengahan berwudhuk.dan tidak ada fahala sunat wudhuk apabila membaca setelah selesai wudhuk.
3.membasuh dua telapak tangan
4.berkumur kumur dan memasukan air dalam lobang hidung bagi yang tidak sedang dalam berpuasa.
5.menjadi kan tiga kali basuhan atau cucian
6.membasuh sekalian kepala
7.membasuh dua telinga luar dalam
8.dan disunatkan menyela nyela jenggot yang tipis dengan jari
9.mendahulukan yang kanan.
10.melebihkan membasuh dari batas wajib ketika membasuh muka , tangan dan kaki.
11.muwalah atau mengiringi membasuh satu persatu dengan sekira kira tidak kering satu anggota sebleum membasuh anggota lainnya.menurut pendapat jadid
12.disunatkan supaya tidak mengeringkan air sembahyang dengan menyapu pakai handuk atau serbet.
13. membaca do'a setelah wudhuk "asyhadu anla ilaha illallah wahdahu la syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh. allahummaj'alni minattawwabin waj'alni minal mutathahhirin ' waj'alni min 'ibaadikashalihin.

0 comments: